Minggu, 17 Januari 2010

Puisi

Untuk Ibuku

Ketika duka silih berganti menerpa

Kau ada membelai rambutku

Ketika kaki tersandung batu berduri

Kau ada mengobati lukaku

Ibu...

Sungguh aku menyayangimu

Meski tak pernah bisa kuucapkan

Meski tak pernah bisa kubahasakan

Engkau adalah kekuatanku

Selalu hidup dalam hatiku

Meski kini aku terpisah darimu

Meski kini engkau tak ada disisiku

Ibu...

Walau kini belum bisa kubuat egkau bangga

Janganlah bersedih

Sebab hariku akan murung

Saat engkau tak tersenyum

Steafath...

Makassar, 30 Desember 09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tafaddal...