Untuk Ibuku
Ketika duka silih berganti menerpa
Kau ada membelai rambutku
Ketika kaki tersandung batu berduri
Kau ada mengobati lukaku
Ibu...
Sungguh aku menyayangimu
Meski tak pernah bisa kuucapkan
Meski tak pernah bisa kubahasakan
Engkau adalah kekuatanku
Selalu hidup dalam hatiku
Meski kini aku terpisah darimu
Meski kini engkau tak ada disisiku
Ibu...
Walau kini belum bisa kubuat egkau bangga
Janganlah bersedih
Sebab hariku akan murung
Saat engkau tak tersenyum
Steafath...
Makassar, 30 Desember 09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tafaddal...